Saya mulai menulis di dunia maya dalam sebuah weblog di Hati Pitate. Awalnya hanya untuk coba-coba sekaligus menyalurkan hobi menulis serta menyalurkan suara hati yang sering protes tapi tidak ada saluran yang tetap dan sesuai. Dimulai di tahun 2010 saat saya berkerja di sebuah perusahaan lokal kota Manado yang menyediakan sambungan internet untuk bekerja.

Kalu mau dipikir-pikir memang saat itu lebih tepat kalau dikata saya sedang melakukan percobaan sekaligus belajar tentang bagaimana membuat sebuah blog. Karena bingung mau kasih nama apa akhirnya menggunakan nama hati pitate. Hati, tapi banyak lubangnya seperti anyaman pitate.

Well, tulisan demi tulisan keluar dari inspirasi pribadi. Saat kehilangan inspirasi tapi suka menulis, akhirnya menyadur tulisan dari web atau blog lain dengan tetap mencantumkan sumbernya. Tambah hari tulisan saya justru menyerempet ke perenungan dan artikel rohani. Maka jadilah Hati Pitate sebagai Christian Personal Website.

Tapi dari Hati Pitate jugalah saya akhirnya terpacu untuk belajar bagaimana membuat sebuah blog yang bisa tampil menarik. Hati Pitate hampir setiap saat berubah tampilannya. Saat saya melihat sebuah wesite dengan tampilannya yang luar biasa maka saya akan berusaha mencari template yang sama untuk dipasang di Hati Pitate.

Hingga akhirnya di tahun 2016 akhir, Hati Pitate bertransformasi menjadi sebuah weblog yang mandiri dan semakin berkualitas dengan didukung oleh feature-feature yang seru, menghibur, berkualitas, tapi dengan esensi kekristenan yang kental.

Sampai saat ini saya masih asik menggelutis Hati Pitate. 


Jadi terkenang di tahun 2010 ketika pertama kali mulai getol dengan dunia internet. Saya masih amat sangat awam tentang dunia yang baru ini. Semua terlihat begitu hebat dan canggih, hingga saya selalu menganggap kalau mereka yang jago di dunia maya pasti sudah JAGO segalanya.

Mulai tertarik untuk membuat website karena sering keluar masuk situs orang dan mendapatkan jutaan informasi. Alangkah pintarnya pembuat website ini, pikir saya saat itu. Saya pun mulai coba belajar utk bikin website kecil. Mengingat pengalaman di masa yang lebih awal waktu mengenal software Microsoft Frontpage.

Eksperimen membuat website pun berjalan tidak karuan karena tidak tahu bagaimana cara mulainya. Sampai akhirnya banyak project frontpage yang memenuhi harddisk komputer kantor.
Kembali ke 2010, saat saya mulai pelan-pelan mengenal Adobe Photoshop karena tuntutan pekerjaan, saya mulai mengerti kalau ternyata banyak gambar yang ada di website itu dirancang sedemikian rupa hingga kelihatan cantik dan memukau.

Perkembangan kembali terjadi ketika saya mulai kenal blogger. Sungguh pengalaman yang menakjubkan karena saya sudah bisa menulis karya saya dan dibaca juga oleh orang lain. Pas bikin blog langsung gabung dengan komunitas blogger Indonesia. Di komunitas ini saya banyak melihat aneka ragam website yang WOW.

Proses belajar tidak berhenti hingga weblog yang pertama saya buat dan saya anggap cukup berhasil. Setelah itu saya terus berlatih membuat blog dengan berbagai template yang ada dan akhinya mengenal hosting serta nama domain yang makin melengkapi kemampuan saya hingga hari ini.
Mengingat itu semua saya jadi terbayang betapa susahnya waktu itu mulai membuat blog dibandingkan dengan sekarang. Walaupun saya tahu masih banyak lagi yang harus dipelajari. Saat ini setidaknya sudah lebih mudah dan cepat dalam membuat blog hingga akhirnya sampai ke weblog bahkan website.

Ah waktu itu... Seandainya saya menyerah mungkin tidak ada saat ini. Untuk jadi bisa memang kita harus membiasakan diri. Dan untuk bisa terbiasa maka dibutuhkan kesabaran, ketekunan,  dan berani mencoba.

Semoga apa yang ada sekarang tidak membuat diri ini cepat puas. Karena saya masih terus mengejar ketertinggalan dari para desainer lain yang sudah lebih canggih. Semangatlah SUPERDAD!




Terima kasih dan selamat datang buat anda semua di halaman saya ini...

Saya akhirnya mengungsikan diri ke Weblog ini karena weblog pertama yang saya buat dengan susah payah sejak tahun 2010 sudah diambil alih oleh sebuah tim yang selanjutnya menyuruh saya pindah BlogKost ke tempat lain yang lebih pantas buat saya.

Di weblog saya yang pertama sekarang akan lebih diarahkan ke hal-hal yang lebih mendidik dan membangun, makanya tidak ada space lagi untuk postingan-postingan yang bersifat pribadi. Takutnya ada muatan pribadi juga dengan berbagai nuansa yang nantinya akan menular kepada pengunjung dan pembaca lainnya.

Demikianlah...
Akhirnya saya cari peruntungan baru di sini dengan angan-angan tinggi untuk menulis semua yang saya rasakan dengan pancaindera saya. Persis seperti apa yang angankan di awal mengembangkan weblog sebelumnya. 

Well, let us begin.